Lestarikan Budaya,
Kembangkan Potensi
UMKM Desa Salawu
Portal resmi Desa Binaan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Pusat inovasi UMKM kriya bambu alami, kuliner lokal khas, dan ekowisata perdesaan.
11
Pengrajin Bambu
11
Varian Anyaman
3
Wisata Unggulan
Kerajinan Anyaman

Ramah Lingkungan
Setiap produk anyaman dibuat menggunakan bahan bambu alami tanpa polutan plastik.
Kualitas Autentik
Ditenun secara manual oleh warga pengrajin lokal berpengalaman selama puluhan tahun.
Pemberdayaan Desa
Setiap pembelian berkontribusi langsung pada pendapatan keluarga pengrajin di desa.
Pendampingan Digital
Didukung bimbingan intensif untuk modernisasi kemasan dan legalitas UMKM.
Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui Warisan Tradisi
Desa Salawu, Tasikmalaya merupakan salah satu daerah penghasil kriya anyaman bambu tertua di Jawa Barat. Keahlian ini telah diwariskan dari generasi ke generasi, menjadikan bambu sebagai urat nadi perekonomian masyarakat.
Melalui program pendampingan digitalisasi ini, kami berkomitmen mendukung para pengrajin dalam bertransformasi secara digital. Tujuan utama kami adalah meningkatkan daya saing UMKM lokal, melestarikan warisan seni budaya, dan memperkenalkan potensi wisata alam Salawu ke khalayak luas.
"Kahuripan Sunda teh salawasna nyanding dina getih kulawarga urang Salawu, anu ngaraksa tur ngariksa pusaka karuhun ku cara nganyam lambang kahirupan."
— Tokoh Adat / Budayawan Salawu
Kunjungan Wisata Salawu
Momen-momen indah saat menjelajahi potensi wisata alam, interaksi sosial dengan warga, dan keunikan produk kerajinan lokal Desa Salawu.
Eksplorasi Keindahan Alam & Budaya Salawu
Dari keasrian pegunungan Priangan Timur hingga harmoni irama bambu tradisional yang terjaga lestari secara turun-temurun.

Camping Ground Desa
Wisata camping ditengah desa

Bermain Egrang Dengan Warga Desa

Pengunjung Main Disaung Desa
Ingin Berwisata Edukasi ke Desa Salawu?
Kami siap memandu rombongan wisatawan, institusi pendidikan, maupun jurnalis yang tertarik mengkaji industri kerajinan bambu lokal serta ekowisata alam. Hubungi tim sekretariat desa untuk koordinasi kunjungan.




